News Ticker

Menu

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "News"

ALLAH MAHA PENOLONG : KISAH PENYEDIA LIVE STREAMING PA212 YANG BIKIN MERINDING (AKSI 212)

Sunday, 2 December 2018 / No Comments


Saya hampir menyerah. Kali ini tidak mungkin sanggup mengerjakan siaran langsung dari Monas. Saat reuni alumni 212. ‘’Tidak ada bandwidth,’’ jelas saya, kepada panitia, dua pekan lalu.

Beberapa penyedia jaringan internet yang saya kenal sudah saya kontak. Tidak ada yang melayani klien di seputar Monas. Vendor-vendor siaran langsung saya hubungi. Siapa tahu bisa membantu. Semua angkat tangan. Tidak punya bandwidth.

Memang ada alternatif lain. Siaran dipancarkan dengan jalur satelit. Tapi biayanya kelewat mahal. Proses pemesanannya pun lama. Live streaming melalui jaringan internet tetap paling ekonomis. Masalahnya, jalur kabelnya tidak ada.

Tiga tahun lalu, saya memasang hub di roof top sebuah gedung di Jalan Medan Merdeka Barat. Tapi tahun lalu sudah saya copot. Langganan berhenti.

Belajar dari pengalaman, dalam kerumunan massa yang besar, bandwidth selalu menjadi persoalan. Apalagi bandwidth dari operator telepon selular. Sudah pasti dut. Kapasitas dari BTS yang melayani kawasan itu sudah pasti habis. ‘’Panitia menyediakan 5 mobil penguat sinyal. Apa belum cukup?’’ tanya panitia.

Saya hanya bisa menjawab dengan gelengan kepala. ‘’Tidak menolong. Yang bermasalah bukan tidak ada sinyal. Tapi tidak ada bandwidth. Sinyal dan bandwidth dua hal yang berbeda,’’ jelas saya.

Rabu petang, Dua teman saya datang: Iwan, penyedia server disway dan Gepeng, developer aplikasi Disway. Setelah mendiskusikan beberapa proyek yang sedang berjalan, kami menuju rumah teman, di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Di Cikini, diskusi melebar ke acara reuni alumni 212. ‘’Pak Joko bikin siaran seperti tahun lalu?’’ tanya tuan rumah.

Saya kembali menggelengkan kepala. ‘’Tidak ada bandwidth kabel. Tidak mungkin bisa siaran,’’ jawab saya.

‘’Dulu kok bisa?’’ tanyanya.

‘’Dulu siaran langsungnya dari studio. Video dari lapangan disiarkan tunda sebagai insert,’’ jawab saya.

‘’Lha ini ada Pak Iwan juragan bandwidth…’’ sahutnya.

Masya Allah! Saya baru ingat kalau Iwan punya perusahaan internet service provider. Padahal setiap hari saya berkomunikasi di grup whatsapp dengan Iwan, sejak Iwan menyediakan server untuk website disway.
‘’Saya tidak punya klien di seputar Monas,’’ jawab Iwan.

Jarum jam hampir menunjukkan pukul 23:00. Iwan sudah mau pamit pulang untuk mengejar jadwal commuterline jurusan Bogor. Tiba-tiba, ada kawan yang mengirim pesan pendek. ‘’Saya bisa menyediakan bandwidthnya.’’

Mata saya yang sudah mulai berat, mendadak terang kembali. Meski belum jelas bagaimana skema penyaluran bandwidth-nya, saya tulis saja crew call. Memanggil semua crew Jagaters untuk hadir di kantor hari Jumat pukul 16:00. ‘’Kita akan live dari lokasi reuni 212.’’

Jumat sore, sesuai jadwal, kami membahas skenario teknikalnya. Termasuk skenario live bila harus menggunakan kamera dari drone.

Selesai salat isya, saya berangkat ke Monas. Saya janji bertemu teknisi yang menyiapkan jaringan bandwidth itu di panggung utama. ‘’Hub kami ada di Pecenongan,’’ jelas teknisi itu.

Wow! Jauh juga. Pecenongan ada di belakang Istana Merdeka. Sedangkan panggung ada di depan Istana Merdeka. Bagaimana cara menghubungkannya? ‘’Kami bikin jalur memutar ke arah Masjid Istiqlal, lanjut ke Jalan Pejambon, baru ke Monas,’’ jelasnya.

Luar biasa. Jalur itu cukup panjang. Kalau diukur mungkin 5 atau 6 Km. Dalam kondisi normal, tidak akan ada yang mau menarik kabel sepanjang itu. Karena waktu tiga hari terlalu pendek. Logikanya perlu seminggu. ‘’Sabtu siang bandwidth sudah siap. Silakan dites untuk live streaming jam berapa saja,’’ kata teknisi itu, sesaat sebelum saya meninggalkan Taman Monas.

Sambil berjalan kaki menuju parkiran sepeda motor, saya kirim pesan pendek kepada teman yang menyediakan bandwidth itu. ‘’Berapa biaya untuk semua layanan ini?’’

‘’Gratis.’’ jawabnya pendek.

Masya Allah. Saya tahu betul. Biaya memasang kabel dan menyediakan dedicated bandwidth 10 Mbps internasional tidak murah. Hitungan saya, paling murah Rp 30 juta.

Kejutan rupanya belum selesai. Staf saya mengirim laporan bahwa biaya pembelian seragam baju koko berikut pecinya mendapat diskon 50 persen.

Pedagang baju di Pasar Tebet itu semula bertanya, mengapa staf saya membeli baju koko dengan motif yang sama dengan berbagai ukuran dalam jumlah banyak. ‘’Mau siaran di stasiun televisi apa? tanya pedagang tersebut.

Setelah tahu baju itu untuk seragam crew siaran langsung reuni alumni 212, harga yang sudah melalui proses tawar-menawar itu dipangkas lagi menjadi separonya. Bahannya pun diganti dengan kualitas yang paling bagus. Dengan harga yang tidak berubah.

Subhanallah. Tuhan selalu punya cara menggerakkan hati hamba-hambanya untuk tolong-menolong dalam kebaikan.(jto)

Penulis adalah penyedia jasa live streaming di Jakarta.

Saksikan siaran langsungnya dengan klik link berikut. Jangan lupa like and share ya.

Www.pa212.net

Atau

https://youtu.be/gbBRCa9zm_s




Sumber 






ADA KERAJAAN DI DHARMASRAYA! MASA SIH?

Sunday, 3 May 2015 / 1 Comment


KATANYA- Kendati masih berusia muda, Kabupaten Dharmasraya menyimpan sejuta pesona. Dari sana sekitar abad 11 masehi lembar sejarah Kerajaan Melayu bermula. Peninggalan-peninggalan arkeolog seperti candi, artefak, masjid, makam raja-raja dan rumah gadang menjadi saksi bisu sejarah kerajaan Hindu-Budha dan Islam di kabupaten pemekaran itu.Banyak orang yang tidak mengetahui bahwasanya pernah ada sebuah kerajaan kecil di daerah sumatera barat, tepatnya di daerah kecil yang jauh dari pusat kota di Siguntur Kec.Sitiung Kab.Dharmasraya ( lebih kurang 200km dari kota Padang ).

Sejarah kerajaan Siguntur belum banyak diketahui, namun menurut sumber lokal menyebutkan bahwa daerah Siguntur merupakan sebuah kerajaan Dharmasyraya di Swarnabhumi (Sumatera) yang berkedudukan di hulu sungai Batanghari, sungai ini melintasi Provinsi Jambi dengan muara di laut Cina Selatan.

Sebelum agama Islam masuk ke wilayah Minangkabau atau Jambi, kerajaan Siguntur merupakan kerajaan kecil yang bernaung di bawah kerajaan Malayu, namun pernah bernaung pula pada kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Singasari, dan Minangkabau.

Kerajaan Siguntur dahulu adalah sebuah kerajaan Dharmasyraya di Swarnabhumi (Sumatera) yang berkedudukan di hulu Sungai Batanghari. Sebelum masuk Islam kerajaan kecil ini pernah bernaung di bawah beberapa kerajaan, seperti: Melayu, Sriwijaya, Majapahit, dan Singasari. Raja-raja yang pernah bertahta di kerajaan Siguntur pada masa pra Islam diantaranya adalah Sri Tribuwana Mauliwarmadewa (1250-1290), Sora (Lembu Sora) (1290-1300), Pramesora (Pramesywara) (1300-1343), Adityiawarman (kanakamedinindra) (1343-1347), Adikerma (putra Paramesora) (1347-1397), Guci Rajo Angek Garang (1397-1425), dan Tiang Panjang (1425-1560).

Pada waktu Islam masuk (sekitar abad 14), raja Siguntur yang waktu itu dijabat oleh Pramesora memeluk Islam dan berganti nama menjadi Sultan Muhammad Syah bin Sora Iskandarsyah. Selanjutnya kerajaan Siguntur bernaung dibawah kerajaan Alam Minangkabau. Sebagai catatan, raja-raja yang bernah berkuasa di kerajaan Siguntur pada masa Islam adalah: Abdul Jalil Sutan Syah (1575-1650), Sultan Abdul Qadir (1650-1727), Sultan Amiruddin (1727-1864), Sultan Ali Akbar (1864-1914), Sultan Abu Bakar (1914-1968), Sultan Hendri (1968-sekarang).

Sampai saat ini peninggalan kerajaan Siguntur masih dirawat dengan baik, ada rumah gadang kerajaan yang dulunya merupakan istana kerajaan, ada masjid, candi, dan pemakaman untuk keturunan kerajaan. Sampai saat ini keturunan masih menetap dan hidup berbaur dengan masyarakat, mereka hidup berdampingan tanpa membedakan kasta antara masyarakat biasa dengan keturunan kerajaan, hanya saja ada ciri khas dari keturunan kerajaan yakni bagi yang laki- laki nama depannya adalah sutan biasa disingkat dengan St. Dan yang perempuan biasa dipanggil aciak yang merupakan asal kata tuan kociak yang artinya tuan kecil.panggilan tersebut misalnya aciak has, aciak yai, aciak maya ( saya sendiri, yang merupakan keturunan kerajaan Siguntur ) untuk laki-laki St.darajat, St. Hendri, St. Zulkarnain, St. Iskandar.

Penulis disini sangat berharap sejarah kerajaan ini terus dijaga agar tidak mengalami kepunahan nantinya, dan saat ini di belakang rumah gadang sudah di bangun sebuah museum untuk menyimpan peninggalan kerajaan yang mana dulunya sebelum ada museum semua peninggalan dikirim ke Jakarta sehingga anak cucu keturunan tidak bisa melihat peningalan tersebut.Beberapa penibggalan tersebut berupa patung adityawarman,pecah belah, dsb.

POLISI INI DIKEROYOK MASSA!

Saturday, 25 April 2015 / No Comments


KATANYA- Ratusan sopir angkutan kota (angkot) trayek Malalayang-Pusat Kota bernomor 45 melakukan aksi mogok dan memarkir kendaraan mereka di ruas Jalan Pierre Tendean, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/4) siang. Salah seorang anggota polisi lalu lintas nyaris dihakimi para sopir lantaran dinilai terlalu arogan.

Kejadian itu terjadi saat anggota satuan lalu lintas Polresta Manado mencoba membubarkan aksi ratusan sopir angkot ini. Alasannya, kegiatan yang dilakukan tidak mengantongi izin dan mengganggu aktivitas masyarakat umum.

"Bubar, bubar, polisi yang mengatur kalian, bukan kalian yang mengatur polisi," kata polisi berinisial K dengan nada tinggi.

Tak terima dengan dihardik K, massa sopir mulai terpancing. Sempat terjadi adu mulut, tapi massa satu persatu mulai mengerubungi K. Beberapa dari mereka tampak geram dan terprovokasi sambil mengepalkan tinju. Melihat situasi semakin memanas, beberapa anggota satuan intel dan lalu lintas langsung menengahi dan berusaha menjauhkan K dari kerumunan massa.

Aksi mogok ratusan sopir ini dipicu oleh perang mulut antara salah seorang teman mereka dengan K. Mereka protes dengan tindakan beberapa oknum petugas lalu lintas dinilai terlalu arogan dan kerap meminta uang agar tidak ditilang.

"Mereka sering meminta sejumlah uang agar tidak ditilang. Harganya bervariasi mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu. Kalau memang ada pelanggaran harusnya ditilang saja bukan dimintai uang," ujar salah seorang sopir, Jenny Sumangkun.

Tak hanya itu, mereka juga meminta kepolisian tak pandang bulu dalam melakukan penegakan aturan. Penindakan harus dilakukan secara merata tak hanya bagi angkutan umum, tapi juga kendaraan berpelat hitam yang parkir sembarangan.

"Contohnya ada kendaraan pelat hitam yang terlihat parkir sembarangan, begitu pengemudinya keluar ternyata menggunakan pakaian rapi dan berdasi. Itu kan berarti orang terpelajar? Kenapa tidak ditilang, hanya angkot yang ditilang?" ujar Adam, sopir lainnya.

Pantauan merdeka.com, aksi mogok dilakukan para sopir sempat memacetkan ruas Jalan Pierre Tendean, sepanjang kawasan Pengadilan Negeri Manado, hingga depan pusat perbelanjaan Megamall. Ribuan calon penumpang pun terlantar. Banyak di antara mereka mengaku terlambat menuju tempat kerja, bahkan ada yang nekat jalan kaki.

Beberapa kendaraan umum trayek sama tetap memilih beroperasi, dihentikan di tengah jalan. Penumpang ketakutan pun terpaksa turun. Jika tetap ngotot beroperasi, angkot akan dihentikan dan diguncang-guncang puluhan sopir lainnya.

Aksi dimulai sejak pagi hari tersebut akhirnya dapat diredam setelah Wakapolres Manado, AKBP Enggar Brotoseno, turun ke lokasi dan melakukan tanya jawab langsung dengan para pendemo. Di hadapan Wakapolres, para sopir mengeluhkan ulah beberapa oknum polisi sering meminta sejumlah uang agar tidak ditilang. Mereka menyebut nama tiga anggota yang sering melakukan tindakan tidak terpuji dengan meminta uang dan melakukan tindakan sewenang-wenang.

"Terima kasih atas masukan yang disampaikan oleh teman-teman. Setahu saya anggota saya tidak seperti itu namun dari banyaknya keluhan ini maka saya sebagai Wakapolres Manado berjanji akan menindak anggota saya yang melakukan perbuatan melanggar aturan. Mereka akan segera saya mutasikan," kata Enggar di hadapan ratusan sopir.

Mendengar pernyataan mantan Kapolres Bolaang Mongondow ini, massa bersorak gembira. Usai dialog singkat dengan Wakapolres sekitar pukul 12.30 WIB, mereka berangsur-angsur membubarkan diri dan melanjutkan kembali aktivitas.

INI DIA POTRET WAJAH JOKOWI BERSAMA DELEGASI PARLEMEN ASIA AFRIKA

Friday, 24 April 2015 / No Comments


KATANYA-Selama KAA berlangsung ternyata ada banyak moment yang terabadikan,dan ini sebagian dari potret sang presiden RI saat KAA bersama delegasi parlemen asia afrika.


yuuk diintip....
















Sumber

INI FAKTANYA : SANTAN ITU SEHAT DAN BEBAS KOLESTROL

/ No Comments


KATANYA- Pasti pada nggak nyangka kalau ternyata santan itu tidak mengandung kolestrol,karena rumor yang beredar adalah santan mengandung kolestrol tinggi.Tapi kini hal itu bisa dibuktikan di lab bahwa santan sebaliknya banyak mengandung manfaat yang baik bagi tubuh.


Mungkin ini sangat aneh kedengarannya, tapi itulah faktanya. Tidak ditemukan kolesterol dalam bahan nabati / tanaman, termasuk dari kelapa. Tiga tahun yang lalu, Vico Bagoes melakukan riset sederhana bersama BioChem Labolatory untuk mengetahui kandungan gizi dalam minyak kelapa.


Kami mengumpulkan berbagai referensi dan data-data dari berbagai literatur terbaru yang melakukan penelitian tentang kelapa, santan dan minyak kelapa. Hasilnya sangat menarik sekali, karena banyak yang membuktikan bahwa kandungan kelapa itu ternyata sangat baik untuk tubuh. Kandungan utama dari kelapa adalah MCFA, atau rantai lemak menengah seperti asal laurat (50%).


Dan hasil lab membuktikan tidak ditemukan juga kolesterol, yang mengakibatkan kelapa selama ini banyak dijauhi. Padahal ternyata banyak sekali pengalaman dan testimoni pasien diabetes, stroke, eczema, dan berbagai penyakit degeneratif, menjadi lebih baik setelah konsumsi kelapa dan santan dalam berbagai masakan.




Sumber

TAHU GEJROT BIKIN DELEGASI ASAL NIGERIA KECANDUAN

/ No Comments


KATANYA- Siapa bilang Jakarta itu bikin kita males,meski terkenal dengan kemacetannya ternyata Jakarta punya daya Tarik yang kuat dibidang kulinernya..nggak percaya? Ini pengalaman delegasi Kementerian Luar Negeri Nigeria, Thankgod Oeyama.


Oeyama tidak sungkan memuji masakan Indonesia khususnya Jakarta.


"Beberapa hari ini, saya makan makanan Indonesia, dan saya menyukainya. Saya suka dengan tahu yang digoreng dan diberi kuah dengan rasa asin dan manis, namun saya tidak tahu apa namanya," ujar Oeyama.


Ketika diberitahukan nama makanan tersebut tahu gejrot, dia malah menanyakan bagaimana cara membuatnya.


Oeyama sendiri sebelumnya sudah pernah ke Indonesia, dia ke Bali untuk liburan.


"Beberapa teman saya ada yang di sini, kita pernah ke Bali, dan itu sangat indah," lanjutnya.




Sumber

PARAH! "PESTA BIKINI" INI DIIKUTI PARA PELAJAR UNTUK MERAYAKAN KELULUSAN UJIAN NASIONAL 2015

/ 1 Comment


KATANYA - "Satu anak itu (harga) tiketnya dari Rp 500.000, Rp 750.000, sampai Rp 1.500.000 juga ada," tutur Wakil Kepala SMA Negeri 24 Bidang Kesiswaan Erni Surwati, Kamis (23/4/2015).

Erni diinformasikan tentang besaran tarif itu oleh salah satu wali kelas yang juga guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 

Guru TIK itu mencari tahu soal undangan "pesta bikini" setelah Kepala SMA Negeri 24 Umaryadi mendapat info itu dari grupchatting yang beranggotakan sesama kepala sekolah di Jakarta, pagi ini.

Menurut guru TIK yang biasa dipanggil Bu Yeyen itu, iklan soal "pesta bikini" tersebut sudah disebar dan dimuat di YouTube. 

Namun, Erni tidak ingat apa kata kunciyang harus dimasukkan untuk mencari video tersebut di YouTube.

Undangan acara tersebut menyertakan keterangan dress codeberupa bikini summer dress yang diadakan pada Sabtu (25/4/2015) pukul 22.00 WIB di The Media Hotel, tepatnya di area kolam lantai enam gedung tersebut.

Beberapa baris info kontak turut disertakan, dengan nama penyelenggara Divine Production, dari akun Instagram, Twitter, sampai nomor handphone. Di bagian bawah poster terdapat tulisan berupa nama-nama SMA dan SMK di Jakarta dan sekitarnya yang mendukung acara tersebut, salah satunya SMA Negeri 24.

Erni menegaskan bahwa SMA Negeri 24 tidak tahu-menahu, apalagi untuk mendukung penyelenggaraan pesta itu. 

Menurut dia, sebuah acara yang resmi harus memiliki persetujuan dari pihak sekolah dan ditandatangani oleh kepala dari sekolah yang bersangkutan.



Sumber

SEJUMLAH JALAN DI JAKARTA, YANG AKAN DILEWATI TAMU KAA DITUTUP

Thursday, 23 April 2015 / No Comments


KATANYA- Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Risyapudin mengatakan, Sejumlah jalan utama di Jakarta akan ditutup total untuk sementara waktu, Rabu (22/4/2015), terkait pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika.

 Penutupan itu bertujuan mensterilkan jalan yang akan dilintasi tamu KAA, khususnya kepala negara.

 Jalan yang akan ditutup yakni jalan dari Senayan menuju Istana, antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Medan Merdeka Barat.




Sumber